Sebagian dari kita mungkin
percaya bahwa cinta romantis tak
selalu tumbuh di antara lelaki
dan perempuan. Itulah tema yang
diangkat dalam film Yes or No (
อยากรัก ก็รักเลย, terbaca ‘Yak Rak
Ko Rak Loei, artinya ‘Biarkan
Cinta Tumbuh Apa Adanya’). Film
yang diproduksi oleh Bandit
Thongdee melalui perusahaan
film Come On Sweet mengisahkan
romansa cinta antara Pie, gadis
cantik imut yang diperani oleh
Sucharat ‘Aom’ Manaying dan
Kim, gadis tomboy berdada rata
yang diperani oleh Suppanat
‘Tina’ Jittaleela.
Yes or No diproduksi pada tahun
2010 dan menuai sukses besar di
Thailand. Oleh karena itu,
dibuatlah sekuel kedua dengan
judul ‘Yes or No 2 : Come Back
To Me’, Agustus 2012 oleh tim
produksi yang sama.
Yes or No 2 mengisahkan tahun
ketiga hubungan Pie dan Kim.
Keduanya kini sedang dalam
masa akhir perkuliahan dan
masing-masing harus berpisah
untuk menjalani kegiatan magang
(internship); Kim harus bekerja di
sebuah daerah pertanian di
provinsi Nan, Thailand utara, dan
Pie harus magang ke sebuah
kawasan perikanan di Thailand
selatan.
Di awal kisah, diceritakan Pie
berat hati harus berpisah dari
Kim. Tapi Kim menyakinkan
bahwa mereka masih bisa telepon
atau sms dan saling kunjungi
kalau ada waktu. Sebelum
berpisah, Kim menghadiahi Pie
sebuah kalung berbentuk kupu-
kupu. Di dalam lipatan kalung itu,
Kim menyelipkan segulung kecil
tulisan yang hanya boleh dibuka
oleh Pie bilamana Pie tiba-tiba
tak lagi cinta pada Kim.
Di Nan, Kim bertemu dengan
Yam, seorang gadis cantik dan
seksi (diperani oleh Apittha
Kalay-Udom) yang—seperti Anda
tebak—juga jatuh hati pada Kim,
dan—mungkin juga seperti Anda
tebak—Kim tidak menampik cinta
gadis ini. Yam yang lucu, cerdas
dan banyak bicara itu mewarnai
hari-hari Kim, yang kadang-
kadang membuat Kim lupa
memenuhi tuntutan Pie untuk
meneleponnya setiap pukul 8
malam.
Di lain pihak, di tempat
magangnya, Pie ditaksir oleh
seorang laki-laki peserta magang
bernama Maysa (diperani oleh
Pempreda Sakulsiripong), yang
sama sekali tidak ditanggapi oleh
Pie. Konflik mulai muncul
manakala Kim mengunjungi Pie
di tempat magangnya. Kim mulai
merasa Pie banyak menuntut,
antara lain minta Kim
memanjangkan rambut. Kim
kemudian balik ke Nan dan mulai
jarang menelepon Kim.
Merasa sulit menghubungi Kim,
Pie menyusul Kim ke Nan dan
memergoki Kim bermesraan
dengan Yam. Pie melihat ini
sebagai ancaman serius bagi
cintanya pada Kim, apalagi Pie
tahu persis Kim juga memberi
perhatian khusus pada Yam.
Kecewa, dan terbebani oleh
perasaan ingin mematuhi
keinginan ibunya, Pie
meninggalkan Kim.
Film ini disutradarai oleh
Sarasawadee Wongsompetch,
sutradara muda yang juga adalah
seorang lesbian. Tak diceritakan
apakah para pemeran lesbian
dalam film itu adalah juga
lesbian dalam kehidupan sehari-
hari mereka. Yang jelas, film yang
ditulis oleh Lalanon ini adalah
film Thailand pertama bertema
hubungan lesbian .
Sebelumnya, pada tahun 2007,
ada film ‘The Love Of Siam ’ yang
bertema percintaan sesama lelaki.
Bagaimana tanggapan publik
Thailand terhadap film ini,
terutama terhadap adegan mesra
Kim dan Pie (beberapa kali
adegan ciuman bibir)? Ternyata
adem ayem, kecuali situs ‘filmbiz’
yang tak habis pikir kenapa film
ini laris manis ditonton bahkan
oleh lelaki-perempuan normal di
tengah budaya Thailand yang
sebenarnya masih konservatif
dalam menyikapi fenomena
seperti yang tergambar dalam
film.
Boleh jadi, yang membuat film ini
jadi menarik adalah kepiawaian
penulis skenario (ditulis oleh
Nepali) yang berusaha
menyajikan masalah tanpa
menggurui dan menyiratkan
pesan bahwa fenomena ini bisa
terjadi di masyarakat manapun,
dan kehandalan penata kamera
(Ruengwit Ramasoota) yang
sukses menyuguhkan gambar-
gambar apik dan dan colorful,
terutama dalam Yes or No 2 yang
dishot di lokasi pertanian kaya
warna dan rona-rona ceria.
Selebihnya, bila Anda berminat
menyimak film ini, mungkin Anda
harus rela hati melebarkan sudut
pandang untuk mencoba melihat
dan memahami fenomena
keragaman dan kehidupan di
masyarakat dunia dengan lebih
lentur. Kisah Kim dan Pie
menyiratkan pesan bahwa,
percintaan sesama jenis ini tidak
instan, tidak langsung jadi dan
bukan manisfestasi luapan nafsu,
melainkan sebuah proses yang
panjang, yang mereka lalui
dengan berbagai ujian.
DOWNLOAD
CLICK HERE
SUBTITLE
CLICK HERE
Comedy Movies,
Drama Movies,
Romance Movies,
Thai Movies,
{[['

']]}